Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said terjadi pada abad ke-18 di Kerajaan Mataram, saat itu Kerajaan Mataram di bawah kekuasaan Belanda. Perlawanan ini bermula dari perselisihan antara Pangeran Mangkubumi dengan Adipati Paku Alam, yang merupakan sepupunya sendiri.
Pada awalnya, Pangeran Mangkubumi diangkat oleh Belanda sebagai bupati Yogyakarta pada tahun 1749. Namun, pada tahun 1755, ia merasa tidak puas dengan jabatannya tersebut dan meminta untuk diangkat menjadi adipati atau penguasa di wilayah Klaten. Namun, permintaannya tersebut ditolak oleh Belanda. Perselisihan antara Pangeran Mangkubumi dan Adipati Paku Alam kemudian muncul ketika Pangeran Mangkubumi meminta dukungan Adipati Paku Alam untuk menentang keputusan Belanda. Namun, Adipati Paku Alam menolak permintaannya.
Setelah ditolak oleh Adipati Paku Alam, Pangeran Mangkubumi mulai merencanakan pemberontakan terhadap Belanda. Ia kemudian bersekutu dengan Mas Said, seorang putra dari Sultan Hamengkubuwono I yang juga tidak puas dengan pemerintahan Belanda. Bersama-sama, mereka membentuk pasukan untuk melawan Belanda.
Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said berlangsung selama kurang lebih enam tahun, dari tahun 1746 hingga 1755. Perlawanan ini terutama berfokus pada wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Pangeran Mangkubumi dan Mas Said berhasil merebut beberapa kota dari Belanda, termasuk kota Klaten.
Namun, pada akhirnya Belanda berhasil mengalahkan pasukan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said. Belanda melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan perlawanan, dan pada akhirnya Pangeran Mangkubumi dan Mas Said harus melarikan diri ke wilayah pegunungan. Belanda kemudian menyerbu wilayah pegunungan dan menangkap Pangeran Mangkubumi dan Mas Said pada tahun 1757. Keduanya kemudian dipaksa untuk menyerahkan diri dan menyerahkan seluruh pasukannya kepada Belanda.
Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said memiliki dampak yang signifikan bagi Kerajaan Mataram. Pasca-perlawanan, Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua wilayah, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta. Pangeran Mangkubumi menjadi penguasa Kesultanan Yogyakarta, sementara Adipati Paku Alam menjadi penguasa Kesultanan Surakarta.
Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said juga menjadi salah satu perlawanan terbesar yang dilakukan oleh bangsa Indonesia terhadap penjajahan Belanda. Perlawanan ini menunjukkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaannya. Oleh karena itu, perlawanan ini dianggap sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia.
Minggu, 10 September 2023
Ringkasan Perlawanan Pangeran Mangkubumi Dan Mas Said
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (93)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (656)