Rhoma Irama, adalah seorang legenda musik Indonesia yang dikenal sebagai Raja Dangdut. Namun, di balik kesuksesannya sebagai musisi, Rhoma Irama ternyata juga memiliki sisi lain yang terkadang kontroversial, yaitu sikapnya yang dianggap ‘buta mata hati’ terhadap beberapa isu penting di masyarakat.
Salah satu isu yang paling mencolok adalah pandangan Rhoma Irama terhadap LGBTQ+. Pada tahun 2016, ia mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menyatakan bahwa LGBTQ+ adalah ‘penyakit masyarakat’ dan ‘bisa disembuhkan dengan doa’. Pernyataannya tersebut menuai protes dari banyak pihak, terutama dari komunitas LGBTQ+ dan para aktivis hak asasi manusia.
Tidak hanya itu, sikap Rhoma Irama yang dianggap intoleran juga terlihat dalam hubungannya dengan agama lain. Sebagai seorang muslim konservatif, ia pernah mengeluarkan pernyataan yang mengecam acara festival Songkran di Thailand, yang dianggapnya sebagai bentuk penyimpangan dari ajaran Islam.
Namun, sikap Rhoma Irama yang dianggap ‘buta mata hati’ ini tidak hanya terbatas pada isu-isu sosial dan keagamaan. Dalam hal politik, ia juga sering kali dikritik karena dukungannya yang kuat terhadap pemerintah, terutama pada masa Orde Baru.
Pada tahun 1990-an, Rhoma Irama bahkan pernah dituduh sebagai otak di balik pembakaran kantor majalah Tempo, yang pada saat itu sedang mengkritik pemerintah. Meskipun ia akhirnya dibebaskan dari tuduhan tersebut, kecurigaan terhadap dirinya sebagai pendukung Orde Baru tetap melekat.
Sikap Rhoma Irama yang dianggap kontroversial ini tentu saja menimbulkan pertanyaan mengapa seorang musisi sekaliber Rhoma Irama bisa memiliki pandangan yang sempit dan terkadang intoleran terhadap isu-isu penting di masyarakat. Beberapa analis memperkirakan bahwa hal ini bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan budaya di mana ia tumbuh besar, yang cenderung konservatif dan otoriter.
Namun, tak dapat dipungkiri bahwa Rhoma Irama juga memiliki pengaruh yang besar terhadap masyarakat Indonesia. Musiknya yang populer dan lagu-lagunya yang penuh makna telah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang, terutama di kalangan masyarakat bawah.
Sebagai seorang tokoh publik, Rhoma Irama tentu saja memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik dan berpihak pada kebenaran. Namun, terlepas dari kontroversi dan pandangan yang berbeda, tidak dapat disangkal bahwa ia tetap menjadi salah satu legenda musik Indonesia yang tak tergantikan, dengan kontribusinya yang besar bagi industri musik tanah air.
Jumat, 08 September 2023
Rhoma Irama Yang Buta Mata Hatinya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
- Oktober 2023 (93)
- September 2023 (727)
- Agustus 2023 (744)
- Juli 2023 (656)