Rabu, 06 September 2023

Review Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya

Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya?’ adalah novel karya Alvi Syahrin yang diterbitkan pada tahun 2019. Novel ini menceritakan tentang kisah cinta segitiga antara Maya, Rio, dan Ega. Rio dan Ega adalah sahabat sejak kecil, sedangkan Maya adalah teman baru mereka yang datang dari Jakarta untuk menghabiskan liburan musim panas di desa tempat tinggal Rio dan Ega.

Kisah cinta segitiga yang terjadi antara Maya, Rio, dan Ega memang tidaklah baru dalam dunia sastra. Namun, cara Alvi Syahrin mengemas cerita ini berhasil membuat novel ‘Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya?’ menjadi lebih menarik. Dalam novel ini, Alvi Syahrin tidak hanya memfokuskan pada konflik cinta segitiga antara Maya, Rio, dan Ega, tetapi juga memperlihatkan dinamika persahabatan antara Rio dan Ega.

novel ini juga memperlihatkan keberagaman budaya yang ada di Indonesia. Maya yang datang dari Jakarta harus beradaptasi dengan budaya yang berbeda saat tinggal di desa. Hal ini diangkat dengan sangat baik oleh Alvi Syahrin, sehingga pembaca dapat merasakan atmosfer dan keunikan dari budaya desa tersebut.

Dalam hal penulisan, Alvi Syahrin menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan mengalir dengan lancar. Deskripsi yang diberikan dalam novel ini juga cukup detil sehingga membuat pembaca mudah membayangkan setting cerita dan karakter-karakter yang ada dalam novel.

Namun, satu kekurangan dari novel ini adalah konflik cinta segitiga yang terkesan klise. karakter Maya yang digambarkan terlalu sempurna dan mulus juga kurang memberikan kedalaman pada karakter tersebut. Terlebih lagi, ending cerita yang terkesan terburu-buru juga dapat menjadi kekecewaan bagi pembaca.

‘Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya?’ adalah novel yang cukup menarik dan layak untuk dibaca. Alvi Syahrin berhasil mengemas cerita cinta segitiga dengan beragam elemen yang membuat novel ini lebih menarik. Bagi pembaca yang menyukai cerita cinta dengan setting desa dan keberagaman budaya, novel ini sangat cocok untuk dibaca. Namun, bagi pembaca yang ingin mencari cerita cinta yang lebih dalam dan memiliki karakter yang lebih kompleks, mungkin novel ini tidaklah cukup memuaskan.