Rabu, 12 Juli 2023

Profil Syaikhona Kholil Bangkalan

Syaikhona Kholil Bangkalan adalah seorang ulama dan tokoh agama Islam asal Bangkalan, Madura. Beliau terkenal sebagai seorang kiai dan ahli hadis yang sangat dihormati di kalangan umat Islam di Indonesia, terutama di Jawa Timur dan Madura. Profil beliau menjadi inspirasi bagi banyak orang dalam mempelajari ajaran Islam, mengamalkannya dan membudayakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Syaikhona Kholil Bangkalan lahir pada tanggal 14 Februari 1938 di Bangkalan, Madura. Beliau merupakan anak keempat dari enam bersaudara dari keluarga yang taat beragama dan berakhlak mulia. Ayahnya, H. Abdullah, adalah seorang tokoh agama yang dikenal sebagai kiai di daerah Bangkalan. Sejak kecil, Syaikhona Kholil Bangkalan telah belajar agama Islam dari ayahnya dan mendapatkan pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan karakternya.

Syaikhona Kholil Bangkalan menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Al-Islam, kemudian melanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Falah, Bangkalan. Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren, beliau melanjutkan studinya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya dan meraih gelar Sarjana Hukum (SH) pada tahun 1983. beliau juga meraih gelar Magister Hukum (MH) dari Universitas Brawijaya Malang pada tahun 1997.

Sebagai seorang ulama, Syaikhona Kholil Bangkalan sangat aktif dalam berdakwah dan memberikan pengajian agama di berbagai daerah di Indonesia. beliau juga menulis banyak buku tentang ajaran Islam, seperti kitab kuning, hadis, fiqh, dan tasawuf. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain ‘Tafsir Al-Quran’, ‘Fikih Muamalah’, ‘Asbabul Wurud Hadis’, ‘Sullamul Ulum’, dan ‘Tajul Muluk’. Buku-bukunya telah banyak dibaca oleh umat Islam di Indonesia dan menjadi rujukan bagi para santri dan ulama dalam mempelajari ajaran Islam.

Selain aktif berdakwah dan menulis buku, Syaikhona Kholil Bangkalan juga terlibat dalam berbagai organisasi Islam di Indonesia. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur. beliau juga terlibat dalam berbagai lembaga sosial dan amal, seperti Yayasan Haji Abdul Karim Amrullah (HAKA), Yayasan Pendidikan Islam Al-Hikmah, dan Yayasan Zakat Bangkalan.

Syaikhona Kholil Bangkalan meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2016 di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, pada usia 78 tahun. Namun, warisan dan karya beliau